Zahra Muzdalifah Berharap Ada 'Susi Susanti' Di Sepakbola Wanita

Zahra Muzdalifah Berharap Ada 'Susi Susanti' Di Sepakbola Wanita Zahra Muzdalifah Berharap Ada 'Susi Susanti' Di Sepakbola Wanita

Striker Persija Jakarta Putri, Zahra Muzdalifah, berharap perkembangan sepakbola wanita Indonesia mengalami kemajuan pesat, sesantak dapat menelurkan bintang dunia pada masa menada.

Zahra menyadari sepakbola wanita belum terlampau digemari publik Indonesia. Bervariasi dengan bulutangkis putri yang sempat merajai dunia semasih era 1990-an lewat Susi Susanti yang mendobrak dominasi Tiongkok.

Dalam karirnya, Susi merebut gelar juara turnamen bergengsi All England tunggal putri ala 1990 lagi 1991, lagi dilanjutkan lewat medali emas Olimpiade 1992. Di tahun berikutnya, ia menyabet gelar juara dunia. Susi pula turut berperan terdalam menyumbangkan gelar juara Piala Uber 1994 lagi 1996, serta Piala Sudirman 1989.

Zahra berharap sepakbola Indonesia terus bisa menelurkan pemain akan mampu mengharumkan nama bangsa dalam level internasional ibarat halnya Susi bila mendapatkan kesempatan lebih luas.

“Jika pemain sepakbola putri diberi kepercayaan yang cukup, lewat mendapat kesempatan lebih berjibun, mareka akan berkembang lewat tangkas,” ujar gadis yang mencetak gol internasional esensial nya di usia 17 tahun terdalam wawancaranya di laman resmi FIFA.

“Saat ini sepakbola wanita sedang bangkit, selanjutnya saya yakin kami bisa mendapatkan hasil pol lebih saling menolong di masa menberkunjung. Kami akan menciptakan sepakbola wanita versi Susi Susanti.”

Zahra menyimpan keinginan berkarir di Eropa. Salah satu klub yang ingin dibelanya ialah FC Rosengard. Klub Swedia itu dalam dambaan Zahra, karena sempat diperawet pemain pujaannya asal Brasil, Marta.

“Saya sangat menyukai klub itu karena Marta. Dia pesepakbola wanita terbaik sepanjang masa. Tentu saja target realistis saya sama dengan bermain dalam Eropa dengan klub yang mau menerima kemampuan saya. Saya berharap bisa menjabat pemsingkap pintu bagi pesepakbola wanita,” tutur Zahra.

Selain Marta, Zahra pula mengidolai bintang Amerika Serikat Alex Morgan, lagi superstar Brasil Neymar. Kedua perawakan itu berprofesi inspirasi bagi Zahra hadapan dalam upaya mengembangkan kemampuannya.

“Saya mengagumi Neymar karena kemampuannya yang luar biasa. Saya senang memakai Morgan, karena ulah bermainnya yang unik. Saya ingin memerankan penyerang yang tajam bagai dia (Morgan), membarengi mencetak agam gol,” imbuh Zahra.

SIMAK JUGA: BERITA SEPAKBOLA NASIONAL!